Jasa Kepengurusan KMB/ SLF

image

Jasa Kepengurusan  KMB/ SLF

 

KMB / SLF ini mempunyai arti penting dalam perizinan.  Pembeli property maupun penyewa tenant akan memperhatikan semua aspek yang terkait dengan perizinan, terutama SLF, karena apabila mereka menempati bangunan yang tidak layak fungsinya, akan timbul kekawatiran akan aspek kekuatan bangunan, aspek keselamatan kebakaran, dll. Itulah pentingnya izin KMB/SLF.

Banyak kasus bahwa bangunan publik (perkantoran, mall, ruko, dll) belum diperpanjang KMB/SLF nya, siapa yang rugi ? Lihatlah dari segi konsumen / pembeli... bila Anda ingin bangunan Anda laku dijual, layak disewa, layak ditempati... maka uruslah KMB / SLF bangunan Anda....


 

 2

KETENTUAN TEKNIS KMB/ SLF

Setiap bangunan yang telah memiliki IPB harus memiliki keterangan Kelaikan Menggunakan Bangunan (KMB), dengan terlebih dahulu dinilai kelaikan menggunakannya yang dilakukan secara periodik setelah 10 tahun untuk bangunan rumah tinggal dan 5 tahun untuk bangunan bukan-rumah tinggal terhitung sejak IPB diterbitkan. KMB diterbitkan apabila penggunaan bangunan yang dimohon sesuai dengan IPB yang telah diterbitkan dan memenuhi syarat kelaikan menggunakan bangunan. KMB dapat diterbitkan untuk sebagian atau seluruh bangunan.

Izin kelaikan menggunakan bangunan diberikan apabila ketentuan dalam izin membangun telah dipenuhi dengan mempertimbangkan segi administratif dan hasil pengkajian yang dibuat oleh Pengkaji Teknis Bangunan.

Pengkajian teknis bangunan harus dilakukan terhadap bangunan dan atau bangun-bangunan yang secara teknis memerlukan penelitian lebih lanjut sehubungan dengan kemungkinan adanya ancaman terhadap keamanan dan keselamatan bagi bangunan dan penghuni serta pengunjung bangunan dan atau untuk persyaratan teknis proses pemberian rekomendasi/perizinan dalam rangka penentuan tingkat kelaikan suatu bangunan.

Pengkajian teknis tersebut meliputi pengkajian di bidang arsitektur, struktur serta instalasi dan perlengkapan bangunan. Pengkajian teknis harus dilakukan oleh pengkaji teknis yang memiliki surat izin bekerja sesuai bidang dan golongannya.




 

 3

PROSES PENGURUSAN KMB/SLF

Ketentuan yang mengatur tentang hal tersebut di atas adalah SK Gubernur Provinsi DKI Jakarta no. 76 tahun 2000.
Untuk mendapatkan KMB, Pemilik/pengelola bangunan wajib mengajukan permohonan secara tertulis dengan mengisi permohonan yang tersedia, selambat-lambatnya 30 hari sebelum batas waktu KMB berakhir (yang berlaku 5 tahun)
Setelah semua kelengkapan persyaratan lengkap dan diajukan permohonan KMB, maka jangka waktu penyelesaian proses KMB dihitung sejak pembayaran retribusi, sesuai SK Gubernur No.76 tahun 2000, adalah 35 hari kerja.

Proses / tahap Pengurusan KMB adalah : 
  1. Mengumpulkan data-data administratif yang telah dimiliki (KTP, sertifikat tanah, IMB, KMB, dll)
  2. Menunjuk pengkaji teknis (pemegang SIBP) meliputi bidang arsitektur, struktur dan instalasi untuk melaksanakan kegiatan pengkajian sesuai bidangnya masing2 dan menyusun dalam 1 laporan kajian.
  3. Mengajukan permohonan KMB ke Suku Dinas / Dinas Perizinan Bangunan
  4. Berkas diproses oleh Sudin / Dinas dengan tahapan :
  • Pemeriksaan Lapangan
  • Penilaian Teknis dan Administratif
  • Perhitungan retribusi KMB dan dibuat Surat Ketetapan Retribusi Daerah (SKRD)
  • Pemilik membayar retribusi KMB di Kas Daerah
  • Proses penerbitan KMB melalui proses perbal

Setelah semua perlengkapan terpenuhi, maka diterbitkan KMB baru untuk jangka waktu 5 tahun.

CATATAN :

  • sesuai ketentuan yang berlaku maka setiap lokasi bangunan harus membuat Sumur Resapan Air Hujan, dengan perhitungan volume 1M3 setiap 25 m2 luas bidang atap
  • Untuk bangunan/gedung parkir harus dibuat kajian tentang parapet dan stopper pengamanan bangunan parkir.

 

 4

PERSYARATAN PENGURUSAN KMB/SLF RUMAH TINGGAL  

1. Fotokopi KTP Pemohon  (1 lembar)
2. Fotokopi bukti kepemilikan tanah apabila ada perubahan kepemilikan
    dan copy PBB terbaru + bukti lunas PBB (1 set)
3. Fotokopi IMB dan IPB atau KMB yang telah diterbitkan (1 set )  terdiri dr :
    - Surat Keputusan IMB dan IPB dan atau KMB
    - Peta Rencana Kota lampiran IMB
    - Gambar arsitektur bangunan lampiran IMB
4. Gambar arsitektur bangunan sesuai keadaan di lapangan (3 set)
5. Foto bangunan sesuai keadaan lapangan.


 

 5

 

PERSYARATAN PENGURUSAN KMB/SLF GEDUNG

 

1. Formulir
    * Formulir PIMB (3 set)

2. Dokumen Owner
    * copy ktp direktur sebagai pemohon (3set)
    * copy Bukti kepemilikan tanah yang dilegalisir  (3 set)
    * copy IMB, IPB & KMB yang telah diterbitkan (3 set)  gambar arsitektur lampiran IMB (3 set)

3. Dokumen Konsultan
    * formulir surat pernyataan koordinator pengkaji teknis (3set)
    * laporan hasil pemeliharaan bangunan oleh tenaga ahli dari divisi pemeliharaan bangunan yang bersangkutan yang memiliki IPTB  (3 set)

Laporan yang dibuat oleh unit/divisi pemelihara bangunan sendiri  perlu dilengkapi :
    - jadwal pemeliharaan bangunan yang telah dilaksanakan terhadap  fisik angunan, instalasi dan perlengkapan bangunan
    - Laporan Hasil Pemeliharaan terhadap fisik bangunan, instalasi dan  perlengkapan bangunan (termasuk hasil perbaikan dan penggantian yang pernah dilakukan)


    * laporan pengkajian teknis bangunan oleh tenaga ahli yg memiliki IPTB yang ditunjuk oleh pemilik / pengelola bangunan (3 set)

Laporan Pengkajian tersebut harus memuat :
    - data administrasi & teknis bangunan
    - kelayakan bangunan dari bidang arsitektur, struktur dan instalasi / perlengkapan bangunan,
    - hasil uji coba instalasi dan perlengkapannya bagi instalasi tertentu yang disyaratkan (spt pemadam kebakaran, lift, dsb)
    - kesimpulan tentang tingkat kelayakan bangunan
    - usul perbaikan dan penyempurnaan yang diperlukan untuk kelayakan bangunan


    * gambar arsitektur (as built drawing yang telah disyahkan) sesuai lapangan  (3 set)
    * gambar gambar struktur utama bangunan sesuai lapangan (3 set)
    * gambar dan kajian pengaman bangunan parkir   (3 set)
    * gambar instalasi dan perlengkapan bangunan berupa diagram satu garis sesuai lapangan  (3 set)
    * foto bangunan dan bagian2 penting bangunan serta foto letak Sumur Resapan Air Hujan (SRAH) sesuai lapangan

 

4. Dokumen Perizinan
    * Peta KRK lampiran IMB  (3 set)

 

 6

RETRIBUSI KMB/SLF

Rumus retribusi KMB bangunan adalah :

LUAS BANGUNAN  X  HARGA SATUAN JENIS BANGUNAN*  X  10 %

keterangan :
* Harga satuan jenis bangunan (sesuai tabel retribusi IMB dalam Perda no. 1 th. 2006)



sumber : http://perizinanjakarta.com


Wed, 4 Oct 2017 @10:08

Copyright © 2018 PT. BINA MANAJEMEN GLOBAL · All Rights Reserved
powered by sitekno