Izin Mendirikan Bangunan alias IMB Sangatlah Penting

image

Izin Mendirikan Bangunan alias IMB Sangatlah Penting

Selain itu bangunan yang telah memiliki izin mendirikan bangunan, dapat dijadikan sebagai jaminan atau agunan kredit bank. Pembeli dapat meningkatkan status tanah dari HGB (biasanya jika Anda membeli rumah dari developer) menjadi SHM (Sertifikat Hak Milik). Selain itu IMB memberikan kepastian untuk pemilik bangunan untuk peruntukan bangunan.

Dasar Hukum Izin Mendirikan Bangunan

Tahukah Anda IMB memilik dasar hukum yaitu Undang Undang No 28 tahun 2002 tentang Bangunan Gedung. Detilnya diatur dalam pasal 7 dan pasal 8

Pasal 7

  1. Setiap bangunan gedung harus memenuhi persyaratan administratif dan persyaratan teknis sesuai dengan fungsi bangunan gedung.
  2. Persyaratan administratif bangunan gedung sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) meliputi persyaratan status hak atas tanah, status kepemilikan bangunan gedung, dan izin mendirikan bangunan.

 

Pasal 8

  1. Setiap bangunan gedung harus memenuhi persyaratan administratif yang meliputi:

status hak atas tanah, dan/atau izin pemanfaatan dari pemegang hak atas tanah;

status kepemilikan bangunan gedung; dan

izin mendirikan bangunan gedung;

sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. 

Selain itu IMB juga diatur dalam Undang Undang No 26 tahun 2007 tentang Penataan Ruang. Pada peraturan ini banyak pasal-pasal yang beriis aturan dalam mendirikan bangunan, termasuk tugas dan wewenang, pelaksanaan penataan ruang, hak kewajiban dan peran masyarakat.

Dasar hukum berikutnya adalah Peraturan Presiden RI no 36 tahun 2005, yang mengatur fungsi bangunan gedung, perubahan fungsi dan persyaratan gedung.

Mengurus IMB secara Online

Kecanggihan teknologi ternyata tidak disia-siakan oleh pemerintah. Sekarang ini kita dapat mengurus izin mendirikan bangunan secara online. Anda dapat mengakses melalui website www.dppb.go.id. Hal ini sangat memudahkan masyarakat, karena kita tidak harus lagi datang ke kantor Pengawasan dan Penertiban Bangunan (P2B).

 

 

[Baca Juga: 5 Jenis Sertifikat dalam Rumah dan Bangunan]

 

Sebagai pemohon, kita hanya perlu mengakses menu IMB rumah tinggal atau IMB non-rumah tinggal. Setelah itu kita harus memasukkan lampiran-lampiran yang diminta. Data harus diisi dengan lengkap dan benar, jika pengajuan ingin segera disetujui. Setelah itu baru bayar retribusi ke bank yang ditunjuk (biasanya bank Pemerintah Daerah). Setelah membayar jangan lupa untuk scan atau foto bukti transfer dan masukkan ke sistem.

 

Bagaimana Cara Mengurus Izin Mendirikan Bangunan, Apa saja Syaratnya, Berapa Biayanya, Berapa Lama ?

Tentu saja sebagai masyarakat kita juga ingin mengetahui bagaimana cara mengurus IMB, apa saja syarat-syaratnya, berapa biayanya dan berapa lamanya. Nah sekarang mari kita bahas satu per satu. 

Permohonan IMB Rumah Tinggal

Berikut ini syarat, peraturan dan ketentuan permohonan IMB rumah tinggal di DKI Jakarta:

  1. Pengajuan Permohonan IMB (PIMB) Rumah Tinggal diajukan melalui Loket PTSP di kantor Kecamatan setempat.
  2. Pengajuan PIMB, harus dilengkapi dengan kelengkapan persyaratan sebagaimana telah diatur dalam Peraturan Gubernur No.129 Tahun 2012, tentang Tatacara Pemberian Pelayanan Bidang Perizinan Bangunan.
  3. Setelah berkas diteliti administratif dan dinilai teknis serta diperiksa lapangan, maka petugas penilai akan menghitung besarnya retribusi IMB.
  4. Penilai akan membuat Surat Ketetapan Retribusi (SKRD) IMB untuk Pemohon.
  5. Pemohon IMB harus segera membayar Retribusi IMB ke Kas Daerah/ Bank DKI di Kecamatan, dan akan menerima bukti pembayaran berupa SKRD yang telah di print Tanda Lunas.
  6. Dengan menyerahkan Bukti Pembayaran SKRD tersebut keloket PTSP, maka berkas Permohonan IMB diproses untuk penerbitan IMB oleh PTSP Kecamatan.
  7. IMB Rumah Tinggal yang telah diterbitkan dapat diambil oleh Pemohon/ Kuasa di Loket PTSP Kecamatan.

Permohonan IMB Bangunan Umum (Non Rumah Tinggal) s/d 8 Lantai dan Bangunan Rumah Tinggal Pemugaran Gol.A dan B, atau Komplek Perumahan

Berikut ini syarat, peraturan dan ketentuan permohonan IMB rumah tinggal di DKI Jakarta:

  1. Pengajuan Permohonan IMB (PIMB) Rumah Tinggal diajukan ke Loket PTSP di kantor Walikota Kota Administrasi setempat.
  2. Pengajuan IMB, harus dilengkapi dengan kelengkapan persyaratan sebagaimana telah diatur dalam Peraturan Gubernur No.129 Tahun 2012, tentang Tatacara Pemberian Pelayanan di Bidang Perizinan Bangunan.
  3. Setelah berkas diteliti administratip dan dinilai teknis serta diperiksa lapangan, maka petugas penilai akan menghitung besarnya retribusi IMB.
  4. Penilai akan membuat Surat Ketetapan Retribusi Daerah (SKRD) IMB untuk Pemohon.
  5. Pemohon IMB harus segera membayar Retribusi IMB ke Kas Daerah/ Bank DKI di kantor Walikota Kota Administrasi dan akan menerima bukti pembayaran berupa SLRD yang telah di print Lunas.
  6. Dengan menyerahkan Bukti Pembayaran tersebut keloket PTSP, maka berkas Permohonan IMB diproses untuk diterbitkan IMB oleh PTSP Kota Administrasi.
  7. IMB Rumah Tinggal Pemugaran dan Bangunan Umum yang telah diterbitkan dapat diambil oleh Pemohon di Loket PTSP Kota Administrasi setempat.

 

Apakah Anda pernah kesulitan dalam mengurus IMB ?

Sumber Artikel

  • 23 September 2014. Catat! Ini 3 Peraturan Ijin Mendirikan Bangunan atau IMB. Arsitekindo.com – http://goo.gl/m3Oup8
  • com – http://goo.gl/KhA20j
  • Izin Mendirikan Bangunan. Wikipedia.org – https://goo.gl/7uLhy8
  • Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 28 Tahun 2002 tentang Bangunan Gedung



 

sumber : www.finansialku.com

Wed, 4 Oct 2017 @10:06

Copyright © 2018 PT. BINA MANAJEMEN GLOBAL · All Rights Reserved
powered by sitekno