Biaya IMB (Izin Mendirikan Bangunan) Renovasi Rumah

image

Biaya IMB (Izin Mendirikan Bangunan) Renovasi Rumah

Yang sering Anda tanyakan saat ingin melakukan renovasi rumah adalah berapa besar biaya yang akan kita siapkan. Setelah biaya kita sudah siap sering kali kita juga lupa akan mengurus IMB (Ijin Mendirikan Bangunan) renovasi rumah karena yang di renovasi tidak kelihatan atau jauh dari pantauan oleh petugas pemda setempat. Umunya pengurusan IMB Renovasi tersebut terlewatkan karena banyak faktor yang membuatnya. Berapa biaya yang akan di bayarkan saat mengurus IMB Renovasi Rumah dan yang tidak kalah penting adalah syaratnya apa saja. Beranjak dari hal tersebut kami ingin memberikan beberapa ulasan yang berhubungan dengan biaya IMB Renovasi Rumah dan Dukumen apa aja yang akan Anda siapkan. Ada beberapa hal yang akan kami sampaikan di sini dari pengalaman kami di lapangan baik langsung maupun tidak langsung. Agar proses pengurusan IMB lebih cepat ada baiknya Anda memenuhi semua persyaratan dan dokumen yang di minta dan jangan lupa untuk mematuhi juga semua ketentuan teknis bangunan yang bisa anda lihat pada Peraturan Daerah (PERDA) No. 7 Tahun 1991 khusus di Ibukota Jakarta dan Diluar DKI Jakarta mungkin tidak terlalu jauh berbeda juga dengan hal tersebut. Mengenai Perda tersebut silahkan “KliK” disini.
Berikut Dokumen-dokumen yang dibutuhkan dalam pengurusan IMB :

  1. Bukti kepemilikan tanah berupa sertifikat tanah atau girik. Bila surat girik harus disertai dengan surat penyataan tidak sengketa yang di ketahui oleh lurah setempat. Apabila rumah tersebut teletak di komplek perumahan instansi pemerintah ditambah dengan surat kavling yang diterbitkan oleh instansi pemerintah pusat atau daerah.
  2. NPWP pemilik tanah atau bangunan
  3.  Ketetapan Rencana Kota (KRK) Ketetapan rencaka kota ini berisi penjelasan tentang peruntukan tanah, GSB (Garis Sempadan Bangunan), Rencana Jalan, KDB (Koefisien Dasar Bangunan), KLB (Koefisien Luas Bangunan) dan lainnya. Surat tersebut dapat anda minta ke PEMDA setempat yaitu ke Dinas Tata Kota, dengan melampirkan KTP, kwitansi Pembayaran PBB dan sertifikat.
  4. Pengisian Formulir PIMB , fotokopi KTP, Fotokopi pembayaran PBB terakhir
  5. Gambar Rencana Bangunan. Bila tidak bisa menggambarnya anda dapat meminta tolong pada drafter yang biasa ada di sekitar loket P2B atau minta tolong sama orang P2B untuk menggambarnya.
  6. Fotokopi IMB lama sebelum ada Renovasi Rumah
  7. Surat Kuasa apabila yang akan mengurus IMB tersebut adalah orang lain yang di wakilkan
  8. Gambar Rencana Struktur / konstruksi, apa bila ada struktur / konstruksi dengan bentang / panjang lebih dari 5,5 meter.
  9. Dibeberapa daerah, misalnya di Depok meminta surat Persetujuan dari tetangga kiri dan kanan.

 

I.    IMB dibutuhkan apa bila ingin melakukan Renovasi apa?
Sebenarnya tidak semua jenis renovasi yang membutuhkan IMB Renovasi. IMB renovasi dibutuhkan apabila pekerjaan mengubah lay-out ruang misalnya mengubah ruangan menjadi kamar, membongkar dinding untuk untuk memperbesar ruang tamu, menambah ruangan ke atas maupun ke samping.
II.  IMB renovasi tidak dibutuhkan apabila untuk.
Pengecatan ulang, penggantian bahan bangunan seperti mengganti atap dari asbes ke genteng, mengganti kuda-kuda dari kayu menjadi bajaringan, mengganti tembok dari tembok biasa menjadi batu alam. Penggantian saluran air kotor atau bersih serta penggantian septi tank. Atau pekerjaan yang tidak mengubah struktur bangunan.
III.  Mengapa IMB Renovasi tetap diperlukan?
IMB Renovasi tetap diperlukan hanya untuk memastikan bangunan apakah sudah sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Apabila bangunan tersebut sudah sesuai dengan ketentuan yang berlaku maka dengan sendirinya lingkungan menjadi sehat, tertib dan nyaman. Sebagai contoh masalah ketinggian bangunan hal tersebut dilakukan agar para tetangga tetap mendapat sinar matahari yang cukup. Lainnya adalah apabila semua lahan resapan dibuat menjadi betonan maka akan mempengaruhi pasokan air ke semua tetangga kiri dan kanan rumah tersebut.
IV.  Apa perbedaan IMB biasa dengan IMB Renivasi
Untuk pengurusan IMB rumah biasa dengan IMB renovasi secara umum tidak beda. Perbedaannya adalah hanya persyaratan untuk pengajuannya. Khusus untuk IMB renovasi lampiran ditambahkan fotokopi IMB yang sebelumnya / lama. Untuk DKI Jakarta IMB di urus di kecamatan dengan bagian P2B atau dengan online di “KliK” di sini.
V.   Biaya Pengurusan IMB berapa?
Sebenarnya masing-masing daerah memiliki ketentuan sendiri-sendiri tentang berapa besar biaya retribusi IMB. Di DKI Jakarta jumlah yang akan dibayarkan di dasarkan pada PERDA No. 3 tahun 2012 tentang bersarnya Retribusi Daerah dan Peraturan Kepala Dinas Pengawasan dan Penerbitan Bangunan nomor 11 tahun 2014 tentang pedoman teknis Perhitungan dan Denda IMB. Menurut peraturan tersebut retribusi IMB dihitung berdasarkan rumus : Luas total lantai bangunan x harga satuan x indeks terintegrasi.
VI. Apabila renovasi berupa penambahan lantai atau penambahan luas  bangunanmaka biaya retribusi dihitung dari luas total lantai bangunan tambahan x harga satuan x indeks terintegrasi
VII. Harga satuan bangunan sebesar Rp.25.000,- /m2 sedangkan indeks terintegrasi merupakan perkalian dari beberapa faktor antara lain jenis renovasi, jenis bangunan, ketinggian bangunan zonasi dan beberapa hal lainnya. Untuk lebih lengkapnya dapat melihat dari PERDA no 3 tahun 2012 tentang retribusi daerah “KliK” disni atau pada Peraturan Kepala Daerah Dinas Pengawasan dan Penertiban Bangunan Nomor 1 Tahun 2014 tentang pedoman teknis Perhitungan dan Denda IMB. Apabila renovasi yang dilakukan pada area yang sulit di hitung luasnya misalnya fasad maka cara menghitungnya adalah dengan cara : 1,75% x biaya pelaksanaan (RAB) renovasi.

Wed, 4 Oct 2017 @09:35

Copyright © 2018 PT. BINA MANAJEMEN GLOBAL · All Rights Reserved
powered by sitekno